Rabu, 02 Desember 2015

 1.        PENDAHULUAN
     KPU atau Komisi Pemilihan Umum adalah lembaga negara yang menyelenggarakan pemilihan umum di Indonesia. KPU terbagi menjadi beberapa bagian, KPU pusat, provinsi dan daerah. Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota atau Bupati dan Wakil Bupati diselenggarakan oleh KPU daerah tersebut. KPU tingkat daerah umumnya terdiri dari 5 (lima) orang anggota di tiap-tiap kota atau kabupaten. Sedangkan KPU Kota Pekalongan sendiri terletak di jl. Sriwijaya Pekalongan dan diketuai oleh Basir, SH.

2.        MAKSUD DAN TUJUAN
Agar masyarakat Kota Pekalongan khususnya kalangan Mahasiswa Politeknik Pusmanu Pekalongan paham dan mengerti soal Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan Tahun 2015.

3.        WAKTU DAN TEMPAT
Adapun kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada :
Waktu                  : 10.00 wib s.d Selesai
Hari/Tanggal        : Kamis, 26 November 2015
Tempat                 : Aula Kampus Politeknik Pusmanu
  Jln. Jenderal Sudirman No. 29 Pekalongan
4.        MATERI
Menurut UU No. 8/ 2015 pilkada pada tahun 2015 diadakan secara serentak, Berpasangan, dalam satu putaran dan Rekapitulasi di PPS di hapus.



Tahapan Diantarannya
A.       PERSIAPAN
1)      Pembentukan PPK dan PPS  19 April – 18 Mei 2015
2)      Pemutakhiran data pemilih  3 Juni – 3 Desember 2015

B.       PENYELENGGARAAN
1)      Penyerahan syarat dukungan calon perseorangan 11 – 15 Juni 2015
2)      Pendaftaraan pasangan calon tanggal 26 – 28 Juli 2015
3)      Penetapan Pasangan Calon tanggal 24 Agustus 2015
4)      Kampanye  tanggal 27 Agustus – 5 Desember 2015
5)      Pemungutan suara tanggal 9 desember 2015

C.       SYARAT PEMILIH
1)      Pemilih adalah WNI yang berusia sekurang-kurangnya 17 tahun dan atau sudah / pernah kawin;
2)      Nyata – nyata tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya;
3)  Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;

D.       SYARAT WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA
1)      Bertaqwa
2)      Setia pada Pancasila dan UUD ‘45
3)      Minimal SLTA atau Sederajat
4)      Minimal 25 Tahun
5)      Mampu secara jasmani dan rohani
6)      Tidak pernah dipidana penjara dengan ancaman 5 tahun atau lebih
7)      Tidak sedang dicabut  hak pilihnya
8)      Tidak pernah melakukan hal tercela
9)      Daftar kekayaan pribadi
10)  Tidak memiliki tanggungan utang
11)  Tidak pailit
12)  Memiliki NPWP
13)  Belum Pernah 2 (dua) kali menjabat
14)  Berhenti dari jabatannya bila mencalonkan diri di daerah lain
15)  Tidak berstatus sebagai pejabat
16)  Mengundurkan diri sebagai anggota TNI/POLRI, PNS dan DPR/DPRD
17)  Berhenti dari jabatan pada BUMN atau BUMD

E.        CALON PASANGAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA      PEKALONGAN 2015
1)      H. A. Alf Arslan Djunaid, SE – H. M. Saelany Machfudz
2)      Drs. H. M Hakam Naja, M.Si – Dra. Hj. Nur Chasanah, MM
3)      dr. H. Dwi Heri Wibawa, M.Kes – Ir. H. Sutarip Tulis Widodo

F.        KAMPANYE
Kampanye adalah kegiatan untuk menyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi dan program.
Bentuk – bentuk kampanye ;
1.      Pertemuan Terbatas
2.      Tatap Muka dan Dialog
3.      Debat Publik
4.      Penyebaran Bahan Kampanye
5.      Pemasangan Alat Kampanye
6.      Kampanye
7.      Iklan Di Media
8.      Rapat Umum
9.      Kegiatan Lain Yang Tidak Melanggar.
Pemungutan suara dilakukan serentak pada tanggal 9 Desember 2015, pada hari pencoblosan pemerintah mengeluarkan surat edaran tentang adannya libur nasional pada hari Rabu, 9 Desember 2015 untuk menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) yang sudah ditentukan.

5.        PENUTUP

Demikian laporan kegiatan Sosialisasi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan Tahun 2015 untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Dokumentasi :








Kamis, 26 November 2015

Dari sekian banyak perguruan tinggi di Jawa Tengah, Politehnik Pusmanu Pekalongan terpilih menjadi pilot proyek Technopreneurship (kewirausahaan berbasis teknologi) oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Demikian disampaikan Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi, Tatang A. Taufik usai membuka acara technopreneurship di kampus setempat, Rabu (21/10). “Setahun BPPT dengan Politehnik Pusmanu sudah melakukan pembicaraan untuk melakukan kerjasama. Kini, kerjasama bisa direalisasikan, dengan ditandai peresmian Pusat Inovasi (PI) di Pusmanu,” ujarnya.
Dengan kegiatan technopreneurship, sambung Tatang, diharapkan lulusan Pusmanu menjadi calon-calon teknopreneur. “Jadi mahasiswa Pusmanu, kami edukasi, kasih keterampilan, beri wawasan tentang bagaimana mengembangkan bisnis, bagaimana menyiapkan dokumen rencana bisnis, dan sebagainya,” ungkapnya.
Dengan pendidikan technopreneurship itu, sambung Tatang, lulusan Pusmanu memiliki kemampuan ‘lebih’ dibanding lulusan perguruan tinggi lainnya. “Lulusan Pusmanu bisa langsung menciptakan lapangan pekerjaan. Karena sekarang ini, banyak sarjana yang bercita-cita menjadi PNS, atau pekerja kantoran. Padahal, harusnya bisa berbuat lebih.”
Tatang mengaku, sudah menjalin kerjasama dengan 12 perguruan tinggi di Indonesia. Kedepan, ia berharap semua perguruan tinggi memiliki pola pikir yang sama, untuk tidak berorientasi sebanyak-banyaknya meluluskan sarjana, tetapi mulai berpikir untuk membekali mahasiswanya dengan skill Technopreneurship.
Sementara itu, Direkur Politeknik Pusmanu, Mujiyono SE MM menyambut baik dan sangat mendukung diadakannya program kurikulum technopreneurship yang digagas BPPT. “Kami sangat mengapresiasi langkah BPPT dalam mengagas kurikulum technopreneurship yang akan diterapkan di Politehnik Pusmanu untuk menuju kampus entrepreneurial. Pusmanu siap menjadi kampus pertama yang akan menerapkan kurikulum technopreneurship,” tegasnya.
Mujiyono menyampaikan, kesiapan dan menunjuk P3M Politeknik Pusmanu sebagai leading sector Pusat Inovasi (PI) dan Fakultas Teknik Batik sebagai leading sector Kurikulum Technopreneurship. “Kami harapkan dengan kerjasama BPPT ini, bisa memberi jawaban atas masalah minimnya lulusan perguruan tinggi bisa berwirausaha. Karena Politeknik Pusmanu mampu menciptakan wirausaha yang handal,” ungkapnya.
Mujiyono berharap dengan adanya kerjasama BPPT dan Politehnik Pusmanu melalui program kurikulum technopreneurship diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk memikirkan dan mengembangkan ide-ide kreatif, merancang, membuat dan mengembangkan bisnis yang didasarkan pada materi-materi kuliah yang dipelajarinya. “Jika kurikulum technopreneurship dapat diterapkan di perguruan tinggi maka orientasi mahasiswa ketika mereka telah lulus tidak lagi pada pencarian kerja, tetapi pada penciptaan lapangan kerja berdasarkan ide-ide kreatif yang telah mereka pikirkan dan formulasikan sejak di bangku kuliah,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kurikulum technopreneurship sangat tepat dikembangkan di perguruan tinggi. Mengingat bahwa technopreneur berbeda dengan enterprener. Bila enterprener didefinisikan sebagai seseorang yang mengorganisasikan, memanajemen dan mengambil risiko dari suatu bisnis. Maka technopreneur didefinisikan sebagai seorang enterpreneur yang dalam bisnisnya melibatkan inovasi teknologi. Penggunaan inovasi teknologi inilah yang menjadi keunggulan perguruan tinggi untuk mengembangkan technopreneurship.











Hasbi Ashiddiqi (25), mahasiswa Politeknik Pusmanu Pekalongan, berhasilmengharumkan nama kampusnya di tingkat nasional. Sebab, mahasiswa semester tiga Prodi Batik itu menjadi juara tiga lomba pencak silat ‘Perisai Diri’ antar Perguruan Tinggi, dalam kejuaraan piala presiden di Universitas PGRI Semarang, belum lama ini.
Kepala Humas dan BKK Pusmanu, Drs R.M Firdaus kepada Radar, mengaku tidak menyangka bila mahasiswanya bisa berprestasi di tingkat nasional. “Alhamdulillah kok juara. Pastinya ini sangat membanggakan,” ucapnya.
Mantan Komisioner KPUD itu juga mengaku, memang di kampusnya tempat mengajar terdapat kegiatan olahraga, seperti bulu tangkis dan pencaksilat. “Kegiatan olahraga itu berjalan alamiah.”
Karena telah mengharumkan nama Pusmanu, Firdaus menyebut, pihak kampus memberinya beasiswa prestasi. Sehingga diharapkan bisa memotivasi Hasbi Ashiddiqi untuk terus mengembangkan bakatnya, baik dalam masa kuliah maupun setelah lulus nanti. “Kami berharap terus dikembangkan. Sehingga Hasbi Ashiddiqi bisa mengharumkan nama Indonesia.”
  














Minggu, 31 Mei 2015

KOTA – Tanaman Nila yang sedang dibudidayakan Politeknik Pusmanu Pekalongan, hasil kerjasama dengan Kementrian Kehutanan di Slamaran, kini mendekati masa panen.
“Tidak akan lama lagi, kita akan panen tanaman Nila,” ucap Husain Adi Winoto, dosen Politeknik Pusmanu yang menggawangi bidang pewarnaan alam kepada Radar, kemarin.
Dalam membudidayakan Nila di Slamaran, sambung Husain-sapaan akrabnya, tidaklah mudah. Melainkan membutuhkan perawatan ekstra. “Ada beberapa tanaman Nila yang mati, yang kami ganti dengan tanaman baru,” ucapnya.
Husain menjelaskan, nantinya setelah tanaman Nila dipanen. Pihaknya akan melakukan penelitian mengenai pewarnaan alam Indigofera Tintorial L, yang sudah menjadi MoU antara Pusmanu dengan Kementrian Kehutanan.
Sementara itu, Ir Didik P, MSc selaku kepala bidang pengembangan dan tindak lanjut penelitian, pusat penelitian dan pengembangan peningkatan produktivitas hutan pada Kementrian Kehutanan mengatakan, pihaknya menggandeng Politeknik Pusmanu karena lembaga perguruan tinggi tersebut memiliki program studi tehnik batik, yang didalamnya mengajarkan proses warna alam. “Makanya kami merasa tepat, bila melakukan kerja sama penelitian sekaligus pengembangan mengenai pewarnaan alam Indigofera Tintorial L dengan Politeknik Pusmanu,” ucapnya.
Dalam kerjasama ini, kata Didik, kementrian kehutanan bertugas menyediakan bahan baku berupa tenaman Nila. Kemudian oleh Politeknik Pusmanu yang melakukan penelitian untuk bisa mendapatkan hasil warna Indigo yang mengeluarkan warna biru.
Mengapa warna Indigo? Didik menyebut, karena biru merupakan warna spesifik yang banyak diminati pengrajin batik. Mengingat sebagian besar warna alam ialah kecokelatan.
Politeknik Pusmanu Budidayakan Nila